Categories
EXPERT-KEMENKOPUKM

Prijadi Atmadja.

Prijadi Atmadja. adalah Expert dalam perkoperasian Dengan pendidikan S2 Master of Business Admonistration (MBA), Saint Louis University, Saint Louis, Misoouri, USA . Pekerjaan Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perkoperasian Indonesia . Lahir di Ngawi 21 Agustus 1958. Berdomisili di Depok Jawa Barat.

Categories
EXPERT-KEMENKOPUKM

Akhmad Junaidi, SE.ME

Akhmad Junaidi, SE.ME, lahir di Boyolali, 23 Juni 1960, lulus Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta, 1985. Lulus Fakultas Pasca Sarjana Bidang Ilmu Ekonomi, Universitas Indonesia, 1993.

Saat ini menjabat Peneliti Madya Bidang Manajemen Koperasi dan UKM dengan Pangkat/ Golongan Pembina IV-C pada Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM. Bekerja sebagai PNS sejak tahun 1986 di Kementerian Koperasi dan UKM, selanjutnya meniti karir dari Jabatan Fungsional Ajun Peneliti Muda bidang Koperasi, Kasubid Pertemuan Ilmiah, Ajun Peneliti Madaya Bidang Koperasi, Kepala Subdit Modal Penyertaan, Analis Kebijakan Program Pendanaan Mikro, Jabatan Struktural sebagai Kepala Bidang Restrukturisasi Pendanaan, Kepala Bidang Lembaga Pembiayaan, Asisten Deputi Urusan Restrukturisasi Usaha dan Asisten Deputi Urusan Produktivitas dan Mutu.

Berpengalaman merancang program antara lain : Penjaminan KUR, dana bergulir, lembaga penjaminan kredit daerah, resi gudang, surat utang koperasi, SKKNI KJK, SKKNI KSPPS/ USP Koperasi, SKKNI Pendampingan UMKM, SKKNI Pelaksana Ekspor Koperasi, SKKNI Ritel Koperasi dan KKNI. Penulis Buku Manajemen Usaha Simpan Pinjam Koperasi, Penerapan Pengawasan Kepatuhan KSP/ USP Koperasi, Penulis Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Melakukan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan, Modul PBK Melakukan Pendampingan Akses Pembiayaan Usaha, Modul PBK Melakukan Pendampingan Restrukturisasi Kredit/ Pembiayaan UMKM, Modul PBK Menyusun Renstra. Aktif melakukan riset, kajian dan konsultan pendamping Koperasi dan UKM. Anggota Dewan Redaksi Majalah Infokop dan penulis aktif di berbagai media, menjadi pembicara pada acara seminar/ workshop terkait dengan perkoperasian dan UMKM.

Pelatihan yang pernah diikuti antara lain Perencanaan Pembangunan Nasional, Universitas Indonesia, 1988, Industrial Management, ILO, Italy 1991, Small Business Management, TAFE South Australia, Australia, 1996, Industrial Cooperation System, Republic of China, Taiwan, 1998, General Management Consultancy and Extention, Thailand 1999, Micro Finance Training Programme, Naropa University, Amerika Serikat, 2001, Workshop on Microfinance in Taipei, 2004, Diklatpim II Angkatan 29 tahun 2010, Pelatihan Green Economi di Jerman , 2012 dan Pelatihan Green Economy di Thailand 2014. Pelaitihan fasilitator, assessor di BNSP. Aktif di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perkoperasian Indonesia dan Lembaga Dikat Profesi (LDP), sebagai assessor komptensi, fasilitator dan instruktur metodologi dan sertifikat kompetensi teknis Manajer/ Kepala Cabang KJK. Pengurus Koperasi Kredit Sehati di Jakarta selama tahun 2006- 2014. Ketua Umum Koperasi Online Masyarakat Indonesia (KOMI) sampai saat ini.

Categories
EXPERT-KEMENKOPUKM

DR. IR. JOHNNY WALKER SITUMORANG, MS.

DR. IR. JOHNNY WALKER SITUMORANG, MS. adalah Expert dalam perkoperasian Dengan pendidikan S1 Hingga S3 di IPB, . Pekerjaan sebagai ASN Kementerian KUKM RI Dengan jabatan terakhir Direktur Pemberdayaan Usaha BKPM/Peneliti Utama Kementerian KUKM. Lahir Di Sibolga 23 Desember 1957. Berdomisili di Depok Jawa Barat.

Categories
EXPERT-KEMENKOPUKM

Soebroto Hadisoegondo, Ir., MS.

Soebroto Hadisoegondo, Ir., MS. adalah Expert dalam perkoperasian Dengan pendidikan Kandidat Doktor di Bidang Ekonomi Pertanian IPB, Magister Sains di Bidang Ekonomi Pertanian IPB dan Sarjana Perikanan IPB. Lahir Di Solo pada tanggal 20 Maret 1942. Berdomisili di Tangerang Selatan.

Categories
PENELITIAN-KEMENKOPUKM

Penelitian Dampak Pelatihan Vocational Terhadap Penumbuhan Wirausaha Baru

Penelitian Dampak Pelatihan Vocational Terhadap Penumbuhan Wirausaha Baru

Oleh : Asisten Deputi Urusan Penelitian dan Pengkajian Koperasi dan UMKM,
Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia
([email protected])

Abstrak
Program pelatihan vocational bagi masyarakat di Kabupaten/Kota, yang telah dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM Cq. Deputi Bidang Pengembangan SDM untuk tahun 2016 sampai dengan 2017 diikuti peserta sebanyak 5.680 orang untuk bidang packaging, kuliner, kerajinan, E-Commerce dan lainnya sesuai kebutuhan dari masing kebutuhan peserta pelatihan. Untuk pengumpulan data dan informasi, dilakukan survei lapangan di 4 (empat) Provinsi melalui Focus Group Discussion (FGD) yaitu: Bengkayang (Kalimantan Barat), Garut (Jawa Barat), Madiun (Jawa Timur) dan Solo (Jawa Tengah). Hasil Penelitian Dampak Pelatihan Vocational Terhadap Penumbuhan Wirausaha Baru, yaitu : Partisipasi responden yaitu 110 orang dari total 120 responden, terjadi pertumbuhan wirausaha responden setelah pelatihan vocational yaitu 27 orang atau 24%. Penumbuhan wirausaha baru paling tinggi yaitu Provinsi Kalimantan Barat (Kab. Bengkayang) sebesar 33% dan paling rendah pertumbuhannya yaitu Provinsi Jawa Timur (Kab. Madiun) sebesar 16%. Kabupaten Bengkayang dengan pelatihan Pembuatan Kue, paling berdampak terhadap penumbuhan wirausaha baru, yaitu sebesar 33%.
Kata Kunci : Pelatihan Vocational, Penumbuhan Wirausaha Baru
REKOMENDASI :
1. Pemilihan Peserta:
Dalam pemilihan peserta pelatihan Vocational perlu adanya pembedaan antara peserta yang sudah berwirausaha dengan yang belum berwirausaha.
2. Pelaksanaan Pelatihan:
a. Materi disesuaikan dengan kearifan dan keunikan lokal
b. Penambahan materi kewirausahaan terutama untuk peserta yang belum melakukan usaha.
c. Waktu diperpanjang
d. Praktik diperbanyak
e. Bahan praktik diperbanyak
3. Pasca Pelatihan:
Setelah dilakukannya pelatihan vocational bagi UMKM perlu adanya tindak lanjut berupa pembuatan kelompok – kelompok pendampingan insentif dimana setiap kelompok memiliki pendamping yang dapat menjai mentor dalam menjalankan usahanya.
Baca Selengkapnya…
Categories
PENELITIAN-KEMENKOPUKM

PENELITIAN PROSPEK PELATIHAN ONLINE UNTUK PENGEMBANGAN KOMPETENSI PENGELOLA KOPERASI SIMPAN PINJAM/UNIT SIMPAN PINJAM (KSP/USP) KOPERASI

PENELITIAN PROSPEK PELATIHAN ONLINE UNTUK PENGEMBANGAN KOMPETENSI PENGELOLA KOPERASI SIMPAN PINJAM/UNIT SIMPAN PINJAM (KSP/USP) KOPERASI

Oleh:
Akhmad Junaidi, S.E., M.E.,
Peneliti Ahli Madya Kementerian Koperasi dan UKM RI
([email protected])

Abstrak
Proses pelatihan yang sepenuhnya mengandalkan tatap muka konvensional dinilai tidak efisien dan tidak efektif.  Pelatihan tatap muka konvensional menuntut peserta latih harus selalu hadir di kelas sepanjang hari dan menginap di tempat penginapan, sehingga boros biaya dan menggunakan durasi jam pelatihan yang berlebihan serta melelahkan. Dengan mempertimbangkan capaian hasil program pelatihan, menunjukkan masih ada gap yang lebar antara capaian jumlah peserta yang dilatih dan  jumlah peserta latih potensial yang belum dilatih. Saat ini sebanyak 98,25 % (954.516 orang) karyawan dalam 12 macam jabatan yang bekerja di koperasi simpan pinjam  belum tersentuh  oleh  program  pelatihan dan sertifikasi kompetensi.  Kemajuan penggunaan peralatan teknologi informasi dan internet memungkinkan penerapan  pelaltihan e-learning berbasis web atau internet. Penerapan pelatihan e-learning berbasis web memiliki banyak keunggulan, terutama dalam flesibiltas waktu dan tempat palatihan, memungkinkan peserta latih dapat belajar mandiri jarak jauh tanpa harus hadir secara penuh di kelas dan menginap di tempat penginapan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian proses pelaltihan tatap muka dapat digantikan oleh pelatihan e-learning. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi kepada Pemerintah menerbitkan kebijakan yang mendorong penerapan program pelatihan dengan mengkombinasikan pelatihan  tatap muka dan e-learning serta membakukan jumlah jam pelatihan sebagai acuan dalam menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif, melibatkan 70 sampel yang tersebar di Bogor, Pekalongan dan kota lainnya. Penelitian ini menghasilkan prototype sistem aplikasi www.tutorkoperasi.online yang dapat diakses oleh para pengguna (pelatih/instruktur, peserta latih, Lembaga pelatihan profesi) dengan menggunakan HP Android/ Smartphone, PC atau Laptop.
 Kata Kunci : Pelatihan, Kompetensi, Sertifikasi, Profesi, KSP, USP, Tatap Muka, E-Learning, Online
REKOMENDASI:
  1. Kemeterian Koperasi  melalui Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM perlu menerbitkan kebijakan yang mendorong terjadinya perubahan pola pelatihan yang sepenuhnya mengandalkan tatap muka menjadi  pelatihan mengkombinasikan pelatihan tatap muka dan e-learnimg.
  2. Kemetenterian Koperasi  melalui Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM perlu membakukan  durasi jam pelatihan (JP)  sebagai acuan menyusun Jam Pelatihan (JP)  untuk setiap Paket Pelatihan Berbasis Kompetensi sesuai skema sertfikaisi kompetensi.
  3. Program pelatihan berbasis kompetensi perlu disinergikan dengan instansi terkait dalam rangka memanfaatkan  momentum  Tahun 2019 sebagai Tahun Pembangunan Sumberdaya Manusia yang dicanangkan oleh Pemerintah.
Categories
PENELITIAN-KEMENKOPUKM

MODEL PENCIPTAAN MENTOR WIRAUSAHA

MODEL PENCIPTAAN MENTOR WIRAUSAHA

Oleh : Asisten Deputi Urusan Penelitian dan Pengkajian Koperasi dan UMKM, Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia
([email protected])

Abstrak
Penelitian ini bertujuan mencari model-model penciptaan mentor wirausaha yang selama ini berkembang untuk dijadikan sebagai model acuan. Model penciptaan mentor wirausaha yang diteliti mencakup beberapa tahapan utama, yaitu: Seleksi, Pelatihan, Penempatan Pendampingan, Pelaporan, dan Evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan ini meneliti berbagai model mentoring yang sudah ada untuk dilakukan penilaian dan evaluasi. Penelitian ini mengambil sampel di 5 Provinsi, yaitu DKI Jakarta, Bali, Sulawesi Selatan, Riau dan Jawa Tengah. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara dan pengujian salah satu tahapan penciptaan model, yaitu tahapan seleksi calon mentor. Hasil penelitian menggambarkan terdapat 5 model mentoring wirausaha, yaitu Model Mentoring PLUT, Model Mentoring Online, Model Mentoring Perusahaan Pendamping Bisnis Profesional, Model Mentoring Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi, dan Model Mentoring Komunitas. Dari hasil penelitian lapangan disimpulkan bahwa lima model ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan demikian, semua model mentoring ini perlu dikembangkan pemerintah agar semua pelaku UMKM bisa mendapatkan mentoring sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.
Kata Kunci : Model, Mentoring, Wirausaha.
REKOMENDASI :
  1. Karena pentingnya mentoring bisnis bagi pelaku UMKM, dan keterbatasan yang dimiliki, pemerintah perlu mendukung dan mengakomodasi berbagai model mentoring untuk diterapkan kepada para pelaku UMKM.
  2. Pemerintah perlu mendorong para pengusaha besar untuk mengalokasikan anggaran CSR bagi program pendampingan bisnis. Dengan demikian hal ini akan menjembatani ketidakmampuan pelaku UMKM dalam membayar biaya mentoring.
  3. Pemerintah perlu memfasilitasi pelatihan mentoring bagi para pengusaha yang berminat untuk menjadi mentor secara relawan. Dengan semakin banyaknya mentor yang tersedia akan memudahkan pelaku UMKM dalam mengakses program mentoring.

Baca Selengkapnya…

Categories
PENELITIAN-KEMENKOPUKM

DAFTAR HASIL PENELITIAN

  • ESTIMASI KONTRIBUSI KOPERASI INDONESIA DALAM PENDAPATAN NASIONAL (2016)
  • KAJIAN PERAN KUR DALAM PENGEMBANGAN USAHA (2016)
  • KAJIAN DAMPAK PELATIHAN DAN PROGRAM KEWIRAUSAHAAN (2016)
    PERAN DEKOPIN DALAM PEMBANGUNAN KOPERASI (2016)
  • PENELITIAN KEBUTUHAN DIKLAT SDM PERKOPERASIAN (2017)
  • PENELITIAN DAMPAK Program TPKU (Tempat Praktek Keterampilan Usaha) terhadap Penumbuhan Wirausaha (2017)
    PERAN KOPMA DALAM PEMBANGUNAN KOPERASI (2018)
  • DAMPAK PELATIHAN VOCATIONAL BAGI PENUMBUHAN WIRAUSAHA BARU (2018)
  • PENELITIAN PROSPEK PELATIHAN ONLINE(2018)
    KAJIAN EVALUASI PROGRAM REFORMASI KOPERASI(2019)
  • MODEL PENCIPTAAN MENTOR WIRAUSAHA(2019)